Hei Movie Freaks! Ketemu lagi nih di Omzenga Movie Updates! Semoga kalian sehat selalu ya guys! Hari ini saya mau review 1 film yang sedang trending di Indonesia khususnya. Ada yang tau gak? Yes! Extraction (2020) ini sempat berada di puncak Google trends, Freaks. Jadi, langsung kita kupas aja yuk!
Film Extraction (2020) ini sebenarnya diambil dari sebuah novel grafis berjudul Ciudad yang ditulis oleh Ande Parks, Joe russo, Anthony Russo, Fenando Leon Gonzales dan Eric Skillman yang kemudian diadaptasi oleh co-sutradaranya film Avengers: Endgame yaitu Joe Russo sendiri.
Source: IMDb
SINOPSIS: Joe menggaet Chris Hemsworth yang membintangi film Thor yang kita semua pasti sudah familiar dengan tokoh ini. Tapi guys, disini Chris gak pake palu dan rambut pirangnya yang gondrong. Film Extraction (2020) bercerita tentang seorang tentara bayaran (sewaan) di pasar gelap,Tyler Rake, seorang pria yang tak kenal takut dan tidak memiliki ambisi apapun dalam hidupnya.
Tyler didalam film ini terlibat dalam misi penyelamatan seorang anak gangster narkoba Mumbai bernama Ovi Mahajan (diperankan oleh Rudhraksh Jaiswal), yang diculik oleh saingan bisnis ayahnya sendiri bernama Amir (Priyanshu Painyuli) karena mereka terlibat perseteruan. Situasi rumit ini yang kemudian membuat sang penjaga Ovi, yakni Saju (Randeep Hooda) berada dalam bahaya juga.
Keluarga Mahajan sebenarnya tidak dapat membayar uang tebusan karena keuangan yang telah dibekukan, akan tetapi mereka masih menyewa dan meminta bantuan Tyler untuk menyelamatkan anak mereka, Ovi. Tentu saja misi ini cukup berbahaya, namun dapat diatasi oleh Tyler yang membutuhkan uang dan dia memiliki keinginan untuk mati dikarenakan peristiwa masa lalunya.
Yang bikin kesel, selama misi penyelamatan, karakter Saju disini justru membuat Tyler sering naik darah dan membuat jumlah korban semakin bertambah. Ditambah lagi, satu persatu rahasia terbongkar selama misi berlangsung, termasuk latar belakang misi penyelematan ini yang membuat Tyler sendiri berada dalam situasi yang berbahaya. Pilihannya, antara melepaskan Ovi atau langsung menghabisinya. Sayangnya, Tyler sudah terlanjur dekat dengan Ovi, plus jiwa seorang ayah yang masih melekat pada Tyler membuat dia berada di posisi yang semakin sulit dan berbahaya.
"You drown not by falling into the river, but by staying submerged in it." - Ovi Mahajan
Nah, itu tadi sinopsis film Extraction (2020) yang sudah bisa kalian tonton guys! Kira-kira Movie Freaks, apakah yang akan dilakukan Tyler selanjutnya? Berhasilkah ia menaklukkan situasi tersebut? Atau justru dia akan terbunuh didalam misi ini? Jadi buruan ditonton ya guys, it's on NETFLIX! Sampai ketemu di postingan selanjutnya!
Hello Movie Freaks! Welcome back to OMZENGA Movie Updates! Hari ini saya akan membahas salah satu film zombie yang tayang di tahun 2016 lalu dan Cell akan tayang di bisokop Trans TV malam ini, jadi jangan ketinggalan, Freaks!
Anyway, ini postingan kedua saya yang membahas tentang zombie which is tema favorit saya! Bagi kalian penikmat film zombie, this review is for you, Freaks! So, let’s check it out!
Ini dia satu lagi film yang diadaptasi dari novel kenamaan karya Stephen King di tahun 2006 dengan menggunakan judul yang sama yaitu Cell! Film Cell (2016) adalah film bergenre horror/science fiction yang mengusung tema Zombie.
SINOPSIS: Film Cell bercerita tentang seorang pria paruh baya bernama Clayton Riddell (diperankan John Cusack) yang sedang fokus dengan karirnya sebagai seorang penulis novel. Pria yang disapa ‘Clay’ ini memutuskan untuk meninggalkan istrinya Sharon (diperankan Clark Sarullo) dan putranya Johny Riddell (diperankan Ethan Andrew) demi menyelesaikan novel yang sedang ia sedang kerjakan. Kasarnya nih, si Clayton kayaknya tidak mau terganggu dalam mengerjakan novelnya itu, Freaks!
Setahun telah berlalu, Clay memutuskan untuk mencoba kembali ke New England dimana anak dan istrinya tersebut tinggal. Ketika sampai di bandara Boston yang cukup ramai, Clay tengah asik menelepon putranya Johnny namun tiba-tiba saja ponsel Clay mati karena baterainya sudah habis.
Clay kemudian mencari telepon umum dan mencoba menghubungi istri dan anaknya kembali. Ketika hendak menelepon, tiba-tiba saja jaringan telekomunikasi di seluruh dunia mengalami perubahan dan ia juga melihat keanehan terjadi setelah orang-orang di bandara Boston menggunakan ponsel mereka dan fasilitas telepon umum yang hendak digunakannya itu. Orang-orang tersebut kemudian terjatuh menggelepar lalu berubah menjadi ZOMBIE!
Untungnya, Clay tidak sempat menggunakan telepon umum itu! Melihat situasi yang mengerikan dan tak terkendali, ia kemudian berlari dari bandara tersebut menuju ke stasiun bawah tanah untuk memastikan keadaan istri dan anaknya. Disinilah ia bertemu dengan Thomas McCourt (diperankan Samuel L Jackson) dan juga beberapa orang yang selamat dari serangan wabah tersebut.
Sayangnya, salah satu orang yang selamat tersebut mendapatkan tikaman dari seseoang yang terkena virus dari sinyal tersebut yang mereka sebut dengan ‘phoner’. Clay akhirnya membawa Thomas pergi ke apartemennya dan disinilah ia bertemu dengan salah satu tetangganya Alice Maxwell (diperankan Isabelle Fuhrman).
Sejak saat itu mereka terus bersama-sama berjuang serta menyusun strategi supaya tetap bisa hidup ditengah ancaman para zombie yang siap memangsa mereka setiap saat. Sementara disisi lain Clay juga berusaha untuk menemui dan memastikan bahwa anak dan istrinya dalam keadaan selamat. Apakah, Clay mampu bertahan di situasi yang sangat berbahaya ini? Berhasilkah ia bertemu dengan keluarganya?
"When everyone is connected none is safe." - Cell (206)
Walaupun film ini mendapatkan rating yang tidak terlalu tinggi dan tidak seheboh film Dawn of the Dead dan World War Z, namun menurut saya film ini cukup layak ditonton karena acting para actor dan aktris didalamnya sangat menjiwai karakrer dan dapat memainkan emosi penonton. Kengerian dalam setiap scene film ini pun sangat bisa dirasakan seolah-olah kita berada bersama mereka dalam situasi berbahaya tersebut. Kalau penasaran dengan film ini jangan lupa untuk ditonton ya Freaks! That’s all for today and see you on the next post! Thank you!
Halo Movie Freaks! Salam sehat! Happy New Year 2021 buat kita semua! Rex kembali lagi hari ini untuk membahas salah satu film serial zombie yang tayang ditahun 2015 silam.
Bagi kalian suka dengan film bertemakan zombie, kalian membaca artikel film yang tepat! Selain seru dan menegangkan film zombie ini emang paling pas kalo ditonton bareng temen-temen! Nah, tanpa berlama-lama lagi, langsung aja kita kupas filmnya!
Maze Runner: The Scorch Trials adalah film lanjutan (sekuel kedua) dari serial film The Maze Runner yang tayang di tahun 2014 lalu. Film berdurasi 2 jam 11 menit ini juga diangkat dari sebuah novel karya James Dashner dengan judul yang sama.
KILAS BALIK: Jika kalian sudah nonton film The Maze Runner 2014 sebelumnya, karakter Thomas (diperankan Dylan O'Brien) berhasil selamat dari labirin milik Wicked yang sangat berbahaya bersama dengan teman-temannya 'The Gladers' yang lain yaitu Newt (Thomas Brodie-Sangster), Teresa (Kaya Scodelario), Minho (Ki Hong Lee), Winston (Alexander Flores) dan (Dexter Darden) Frypan. Disini, dijelaskan juga bahwa Thomas telah berhasil mengingat masa lalunya kembali.
SINOPSIS: Maze Runner: The Scorch Trials bercerita tentang Thomas dan teman-temannya dibawa ke sebuah camp yang cukup besar dan misterius dimana mereka bertemu dengan banyak anak remaja yang usianya tidak jauh berbeda dari mereka.
Kepala camp tersebut yang bernama Janson (diperankan Aiden Gillen) memberitahukan bahwa mereka berada di tempat yang aman dan mereka juga akan memulai ‘kehidupan baru’. Thomas kemudian menyadari bahwa ia bukanlah satu-satunya remaja yang berhasil selamat dari labirin mematikan milik Wicked.
Namun, Thomas masih menaruh rasa curiga dan merasakan ada kejanggalan di camp tersebut dimana ia melihat para remaja yang dipilih lalu kemudian dipisahkan untuk memulai ‘kehidupan baru’ seperti yang dijanjikan Janson.
Kecurigaan Thomas semakin bertambah, ketika suatu malam, salah seorang remaja laki-laki di camp yang bernama Aris Jones (diperankan Jacob Lofland) masuk ke kamar Thomas dan teman-temannya melalui sebuah lubang udara/ventilasi. Aris remaja yang jarang bergaul dan tertutup di camp tersebut, berusaha untuk menunjukkan sesuatu kepada mereka
Benar saja, kecurigaan Thomas pun terbukti setelah ia dan Aris menemukan sebuah laboratorium rahasia dimana setiap orang terpilih diambil darahnya karena darah mereka dianggap memiliki kekebalan/imun dengan virus yang ditularkan oleh Crank. Crank ini adalah nama lain dari zombie untuk film ini.
Thomas akhirnya sadar bahwa camp tersebut bukanlah camp perlindungan melainkan bagian dari Wicked karena mereka menginginkan sesuatu dari mereka. Mengetahui kenyataan pahit tersebut, Thomas langsung memberitahukan hal tersebut lalu mengajak teman-temannya untuk melarikan diri dari camp tersebut dengan konsekuensi berhadapan dengan ribuan Crank yang siap memangsa mereka diluar camp.
Ditengah perjuangan mereka inilah, mereka akan bertemu dengan tokoh-tokoh baru lainnya seperti Jorge (Giancarlo Esposito), Brenda (Rosa Salazar), Ava Paige (Patricia Clarkson), Harriet (Nathalie Emmanuel), dan ibunya Thomas yang bernama Mary Cooper (Lili Taylor) yang pastinya akan membuat film ini semakin seru dan menegangkan untuk kita saksikan.
Kali ini, mampukah mereka para 'the Gladers' meloloskan diri dari level maze baru yang semakin berbahaya itu? Sejauh ini, film ini sudah menelurkan triloginya yaitu The Maze Runner (2014), Maze Runner: The Scorch Trials (2015), dan yang paling akhir Maze Runner: The Death Cure (2018).
"Whatever escaped is wicked." - Thomas
Jadi buat kalian yang belum pernah nonton seri pertama, buruan ditonton dulu yang Freaks supaya lebih dapet plot ceritanya. That's all for today! Happy watching and stay sfae everyone! See you on the next post!
Halo Movie Freaks!! Welcome back to Omzenga Movie Updates. I hope all of you are in a good mood. Hari ini saya akan membahas sebuah film yang baru-baru ini memenangkan penghargaan bergengsi yaitu Berlin Film Festival dan juga dibeberapa negara lain. Film cukup menarik tapi juga mengusung topik yang agak sedikit sensitif nih guys. Jadi, kalau kalian masih 17 tahun melorot, please be wise! Hehe..
Film ini berjudul 37 Seconds (2020), mengisahkan tentang Yuma Takada (diperankan oleh Mei Kayama), wanita berumur 23 tahun yang memiliki mimpi untuk menjadi seorang seniman manga. Namun, apalah daya, Yuma menderita penyakit cerebral palsy atau lumpuh otak dimana ketika ia dilahirkan ia sempat tidak bernafas selama 37 detik, namun ia berhasil selamat dengan konsekuensi lumpuh otak. Penyakit ini telah membuatnya duduk di kursi roda yang menciptakan kehidupan menyedihkan yang harus ia terima dan hadapi. Pun ia memiliki keterbatasan, ia tidak berhenti untuk meraih mimpinya.
Source: IMDb
FYI Movie Freaks, karakter Yuma yang diperankan oleh Mei Kayama ini adalah sosok yang di kehidupan nyatanya adalah memang seorang penyandang disabilitas yang menderita cerebral palsy. Tentu saja hal ini sangat membantu Mei untuk mendalami karakter Yuma.
Mei Kayama (Source: IMDb)
Kalau kita melihat adegan ketika Yuma mandi dengan ibunya, kita pasti berfikir bahwa Yuma terlihat lebih muda dari umur sebenarnya apalagi jika mendengar suaranya yang lembut terdengar seperti anak-anak. Salah satu adegan di trailer menunjukkan, ibunya Kyoko Takada yang diperankan oleh Misuzu Kanno, bersikeras untuk membantu Yuma melepas pakaian dan mandi, walaupun Yuma sebenarnya ia tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil. Sifat ibunya yang terlalu protektif inilah yang akhirnya membuat ia terlalu bergantung serta membuatnya tidak tumbuh layaknya wanita dewasa.
Yuma dan ibunya.
Yuma suka bepergian naik kereta dan menginap beberapa hari di rumah Sayaka (diperankan Minori Hagiwara) yang merupakan teman masa kecilnya, Sayaka ini adalah seorang influencer yang memiliki seratus ribu followers dan tidak hanya itu, komik manga Sayaka juga akan segera diliris tapi sayangnya komik tersebut bukanlah karya buatannya melainkan hasil karya Yuma. Yuma merasa kecewa terhadap Sayaka ketika ia tidak digubris ketika temannya tersebut sedang melakukan penandatangan buku yang dihadiri oleh banyak penggemar Sayaka.
Pada saat yang bersamaan Yuma pun tetap berusaha agar karya-karyanya bisa dipublikasikan seperti Sayaka. Ketika ia mencoba mendatangi sebuah agen untuk menawarkan karyanya, agen tersebut mengatakan bahwa karyanya terlalu mirip dengan karya Sayaka. Akhirnya, tiba di satu titik ia memutuskan ini saatnya untuk mengubah ciri khasnya dalam berkarya. Setelah mendapat banyak penolakan, ia berhasil menemui seorang editor wanita komik dewasa professional dan menawarkan beberapa gambar manga vulgar untuk dipublikasikan.
Setelah sang editor yang melihat karya Yuma tersebut, kemudian melontarkan pertanyaan yang cukup mengejutkan. Ia mempertanyakan tentang keperawanan Yuma. Yuma pun menyatakan bahwa ia masih perawan. Lalu editor tersebut menyuruhnya kembali setelah mendapatkan pengalaman seksual pribadi agar sketsa yang dibuatnya terlihat lebih nyata!
Nah, disinilah Yuma berusaha untuk mengekspresikan seksualitasnya dalam prosesnya menuju ke wanita dewasa. Ia pun menuruti saran dari editor tersebut dengan cara berjalan di sekeliling Tokyo dengan harapan ia bisa mendapatkan pengalaman seksual yang dibayangkannya. Disini, Yuma pun bertemu dengan seorang gigolo profesional dan berada didalam kamar pribadi tetapi kenyataanya situasi menjadi amburadul dan ia pun bergegas keluar dengan rasa malu yang luar biasa. Ketika memasuki lift, disinilah Yuma bertemu dengan Mai (diperankan Makiko Watanabe) seorang pekerja seks yang ramah dan tidak sombong. Dunia baru yang Yuma rasakan, dimana dia mendapatkan seorang teman yang tidak menghakiminya dan bisa bersenang-senang dengan caranya. Mai kemudian mengajak Yuma ke bar dan membantunya membeli pakaian modis serta alat pemuas seks wanita (dildo) yang besar.. Ups.. Hal tersebut membantu ia membuat sketsa manga dewasanya terlihat lebih meyakinkan.
Bagaimana dengan ibunya Yuma? Setelah mengetahui bahwa Yuma tidak berada dirumah Sayaka, ibunya pun menguncinya dirumah dan tidak memperbolehkan dia keluar. Semakin Yuma dikekang, semakin ia ingin merasakan kebebasan. Bahkan, ia sempat kabur dari klinik yang membuat ibunya panik dan melaporkan bahwa ia hilang. Pengalaman ini justru membuat Yuma semakin jauh dari rumah dan sulit untuk bisa membayangkan Yuma bisa berbaikan kembali dengan ibunya setelah berbagai peristiwa yang dialaminya.
"Disability is a state of mind," - 37 Seconds
Selanjutnya apakah hubungan ibu dan anak ini akan membaik? Atau malah sebaliknya? Apakah Yuma berhasil meraih impiannya menjadi seorang seniman manga yang sukses? Langsung ditonton aja filmnya ya guys! See you on the next post, Movie Freaks!
Halo Movie Freaks! Balik lagi nih di Omzenga Movie Updates yang pastinya menyuguhkan review film yang paling recommended dan wajib kalian tonton apalagi dimasa PSBB yang tak kunjung usai ini. Hari ini, saya mau bahas film Knives Out (2019) yang merupakan film terfavorit saya di tahun 2019! Sebenarnya udah lama banget mau bahas ini, tapi baru kesampaian sekarang. Yuk, langsung aja kita kupas filmnya!
Film Knives Out adalah salah satu film yang paling menghibur di tahun 2019. Kok bisa sih? Saat menonton film ini, akan membuat kalian begitu fokus pada apa yang dilakukan tiap-tiap karakter sampai-sampai kalian melewatkan sesuatu yang penting nih guys!
Source: IMDb
Pokoknya, mata kita gak bakalan lepas dari layar kaca deh! Menurut saya film ini adalah film terbaik di sepanjang tahun 2019 karena mulai dari para pemainnya, alur cerita, pengambilan gambar, pokoknya semua dikemas sedemikian apiknya menjadi satu packaging yang menakjubkan! Good job!
SINOPSIS: Film Knives Out menceritakan tentang seorang penulis misteri yang cukup sukses, Harlan Thrombey, (diperankan oleh Christopher Plummer) yang ditemukan tewas oleh pembantu rumah tangga yang sudah terbiasa mengurus kesehariannya. Jasad Harland Thrombey ditemukan diatas sofa dengan tenggorokan yang tersayat dan pisau yang terlepas dari genggaman tangannya. Kelihatannya sih seperti orang yang bunuh diri! Namun, siapa sih yang mau menggorok lehernya sendiri? Apalagi, sehari sebelum ia ditemukan tewas, Harlan masih sempat merayakan hari ulang tahunnya.
Harlan Thrombey tewas
Akhirnya, pihak kepolisian pun datang menyambangi kediaman Thrombey, Liutenant Elliot (LaKeith Stanfield) dan Trooper Wagner (Noah Segan,) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut sehingga tidak ada sesuatu pun yang mereka lewatkan. Karena, kematian Harlan ini memiliki beberapa kejanggalan guys! Akhirnya, Elliot dan Wagner kemudian mulai mewawancarai masing-masing anggota keluarga Thrombey satu persatu untuk mencari kebenaran, dimana diantaranya adalah Walt Thrombey (Michael Shannon), sang anak yang menjalankan penerbitan keluarga Thrombey, tapi sayangnya dia cukup sering bertengkar dan adu mulut dengan Harlan yakni ayahnya.
Kemudian, menantu perempuannya Linda Drysdale (Jamie Lee Curtis) yang merupakan seorang wanita karir yang sukses dengan suaminya Richard Thrombey (Don Johnson) yakni putra dari Harlan. Mereka memiliki seorang putra yang sangat arogan bernama Ransom yang diperankan oleh Chris Evans. Ada juga menantu perempuan Harlan, bernama Joni yang diperankan oleh Toni Collette. Menantunya yang satu ini, suka memperkaya dirinya sendiri bahkan dengan menipu Harlan pun ia lakukan.
Nah, disini ada satu tokoh yang sangat mencuri perhatian yaitu Marta Cabrera (diperankan Ana de Armas), yang juga merupakan orang kepercayaanya Harlan. Ya bisa dibilang seperti tangan kanannya juga. Marta yang sudah cukup akrab dengan Harlan ini, sangat merasa kehilangan akan kepergian Harlan.
Kasus ini hampir saja akan ditutup namun karena kedatangan detektif terkenal Benoit Blanc, (Daniel Craig), yang mengubah situasti 180 derajat guys! Ia kemudian menyampaikan kepada keluarga Thrombey bahwa ia mendapatkan amplop berisi uang dan tentang berita bunuh diri Harlan dengan tujuan agar ia bersedia menyelidiki kematian Harlan. Tuh, makin kesini, makin mencurigakan ya guys! Kalian harus bener-bener bisa muter otak supaya bisa menemukan dalang yang sebenarnya! Yang kalian pikir pembunuhnya, eh.. ternyata bukan!
“It's a weird case from the start. A case with a hole in the center. A doughnut." - Benoit Blanc
Itu dia guys sinopsis film Knives Out (2020). Kira-kira, menurut kalian siapa nih guys yang tega membunuh Harlan? Karena semuanya cukup berpotensi sih! Hm..Tunggu apalagi Movie Freaks! Buruan langsung ditonton filmnya dan coba share respon kamu dibawah ini kalau udah nonton ya! See you on the next post!
Halo Movie Freaks! Gak berasa udah hampir 2 bulan kita mendekam didalam rumah melewati masa karantina yang tak berujung ini. Rasanya seperti dipenjara dan terjebak di istana sendiri ya guys.. Kita patut bersyukur karena dengan adanya teknologi, kita masih bisa bertahan dirumah, bekerja dari rumah dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat yang tinggalnya jauh dari kita.
Untuk menemani masa karantina kalian dirumah, saya akan membagikan 5 rekomendasi film survival yang mind-blowing banget, bikin gregetan, dag dig dug, sedih, pokoknya campur aduk deh! Film-film ini saya rangkum dari tahun 2002 sampai 2019, yang pastinya terbaik dari yang terbaik menurut saya! Yuk, langsung kita kupas..
1. Escape Room (2019)
Escape Room (2019) menceritakan tentang 6 orang terpilih dengan latar belakang yang berbeda-beda yang dikirimkan sebuah teka-teki serta pesan rahasia untuk mendatangi sebuah tempat dengan iming-iming imbalan sejumlah uang dengan nilai yang fantastis. Tapi apa yang terjadi? Sewaktu mereka tiba dilokasi, justru mereka malah terjebak disebuah ruangan dan diberikan clue untuk menyelesaikan teka-teka tersebut dalam waktu yang singkat. Jika mereka tidak berhasil memecahkan teka-tekinya, maka nyawa mereka akan menjadi taruhannya guys!
Disini, mereka dituntut untuk benar-benar sigap dan cepat tanggap. Jika meleset sedikit saja akan membahayakan nyawa mereka masing-masing. Tidak sampai disitu, ketik mereka berhasil keluar dari ruangan tersebut, akan ada tela-taki lain yang harus mereka pecahkan. Diawal saja, jantung kita seperti dipompa lebih cepat gitu guys, seakan-akan kita sedang berada di dalam film tersebut. Desain produksi, pengambilan gambar serta setting tempat disuguhkan dengan cara yang lumayan fantastis! Pokoknya gak bakalan nyesal deh nonton film ini! Kira-kira siapa ya dalang dibalik semua teka-teki mematikan ini?
2. 33 (2016)
Masih bertemakan survival, film 33 (2016) atau nama lainnya Los 33 dalam bahasa Spanyol ini diangkat dari kisah nyata dimana sebuah tambang emas dan tembaga rubuh yang membuat 33 orang penambang terjebak didalamnya selama 69 hari lamanya guys! Phew.. Kita aja seminggu dirumah udah bosennya kemana-mana apalagi mereka yang terjebak didalam sebuah tambang dan ditambah lagi mereka tidak memiliki persediaan makanan yang cukup untuk 33 orang. Pemerintah setempat kemudian berupaya untuk mencari tahu keberadaan mereka tapi sayangnya pencarian ini sempat terhenti karena tidak membuahkan hasil apapun.
Para anggota keluarga mereka pun sempat putus asa sampai salah seorang dari pemerintahan kembali berusaha untuk mencari cara agar dapat menemukan mereka. Sementara, didalam tambang yang rubuh tersebut, 33 penambang ini berjuang untuk bertahan hidup, seperti berbagi 1 kaleng ikan tuna yang sudah dicampur dengan air dimana per orangya hanya mendapatkan porsi satu sendok makan selama 48 jam! Sedih banget gak sih,. Film ini membuat kita menyadari bahwa hari-hari kita tidak boleh terbuang dengan sia-sia guys!
3. Buried (2010)
Nah, kalo film 33 terjebak disebuah tambang yang rubuh, beda lagi dengan film Buried (2019) ini. Paul Conroy yang diperankan oleh Ryan Reynolds tiba-tiba terbangun didalam sebuah peti mati dan terkubur dibawah tanah. Paul sama sekali tidak mengetahui mengapa ia bisa ada didalam peti tersebut dan siapa yang memasukkan dirinya kedalam peti. Gilak gak tuh? Dengan berbagai macam cara ia berusaha untuk keluar dari peti mati tersebut, dari menggunakan telepon seluler, pena, light stick tapi tak satupun membuahkan hasil yang membuat ia akhirnya mulai merasa putus asa.
Belum lagi, ada satu scene dimana dia harus menghadapi seekor ular yang masuk kedalam pakaiannya guys! Benar-benar menegangkan! Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Singkat cerita, akhirnya Paul menyadari bahwa dirinya merupakan seorang sandera oleh sekelompok teroris di Irak. Yang unik dan menarik dari film ini adalah hanya ada satu aktor dan satu lokasi saja. Akan tetapi film ini mampu membuat kita terbius dan terbawa suasana. Bagaimana jika kamu berada diposisi Paul?
4. The Descent (2005)
The Descent (2005) adalah sebuah film yang menceritakan tentang persahabatan para wanita yang mengadakan ekspedisi ke sebuah gua yang belum terjamah manusia di Pegunungan Appalachian, Amerika Serikat, tepat setahun setelah salah satu suami dari teman mereka yang bernama Sarah (diperankan oleh Shauna Macdonald), suami Sarah yaitu Paul (Oliver Milburn) dan putrinya Jessica (Molly Kayll) meninggal secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil. Untungnya, Sarah berhasil selamat dari kejadian naas tersebut. Bersama dengan empat orang lainnya, Beth (Alex Reid), Juno (Natalie Mendoza), Sam (Myanna Buring), Rebecca (Saskia Mulder), mereka pun terjebak di dalam gua gelap itu. Mereka berupaya mencari jalan keluar dari gua tersebut.
Petualangan berdarah dimulai ketika mereka menemukan bahwa ada makhluk-mahluk buta yang aneh dan mengerikan tinggal di dalam gua tersebut. Ditengah-tengah perjuangan mereka untuk bertahan hidup, Sarah akhirnya mendapati bahwa Juno ternyata pernah berselingkuh dengan suaminya! Haduh..Menurut saya, film ini benar-benar sangat memompa adrenalin! Ada adegan-adegan tertentu yang akan membuat kalian berteriak dan rasanya seolah-olah kalian sedang bersama dengan mereka di dalam gua itu berusaha mencoba untuk bertahan hidup! Disutradarai oleh Neil Marshall, film ini akan menyajikan kalian dengan banyak jumpscares dan adegan berdarah! Berani nonton?
5. Panic Room (2002)
Dari judulnya sendiri sudah jelas menggambarkan sesuatu yang menegangkan ya guys! Panic Room (2002) merupakan film yang cukup lawas dan terkenal di tahun 2002. Menceritakan tentang seorang wanita yang baru bercerai, Meg Altman (diperankan oleh Jodie Foster) dan anak perempuannya bernama Sarah ( diperankan oleh Kirsten Stewart) pindah ke sebuah rumah di Manhattan yang baru saja mereka beli. Uniknya, didalam rumah tersebut ada sebuah ruang darurat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ruangan tersebut dinamai Panic Room!
Benar saja guys! Belum lama mereka tempati rumah tersebut, tiba-tiba suau malam rumah mereka dimasuki oleh 3 orang perampok yang mengincar sesuatu didalam rumah mereka. Ternyata, rumah tersebut sudah diintai oleh para perampok tersebut guys! Masuknya juga anteng banget kayak rumah sendiri, haha. Disinilah babak petualangan ibu dan anak ini dimulai! Ketika Meg menyadari bahwa rumah mereka kedatangan perampok, ia dan anaknya kemudian masuk kedalam panic room tersebut. Yang lebih parahnya, sesuatu yang diincar oleh ketiga perampok itu ternyata ada didalam panic room tersebut guys! Kira-kira apakah mereka berhasil bertahan?
Okay! Itu dia tadi 5 rekomendasi film terbaik tentang bertahan hidup sampai terjebak disebuah tempat yang pastinya memompa adrenalin dan mengaduk-aduk emosi kalian guys!
"They're watching us! They know every move that we're making!" - Ben Miller, Escape Room
Akan lebih seru lagi kalau nontonnya diruangan yang redup dan ditemani cemilan ringan. Bener gak? See you on the next post, Movie Freaks!
Happy Monday, Movie Freaks! Semoga kita semua dalam kondisi yang fit dan sehat ya.. Untuk menemani kalian dimasa karantina yang tak kunjung usai ini, saya mau ngulik salah satu film horror Indonesia favorit saya, yang saya tonton kurang lebih 1 bulan yang lalu. Kenapa ini jadi film favorit saya?
Karena film inilah yang pertama kali membuat saya optimis dan mau nonton film-film lokal kita hehe. Bukan maksud mau sok atau gak cinta sama produk kita, kalian jujur deh, terkadang kita udah bayar mahal dan meluangkan waktu berharap kita bisa menikmati film yang kita tonton tetapi kenyataannya cukup mengecewakan. Bener gak?
Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020), saya bersyukur banget bisa nonton film ini sebelum wabah korona bener-bener menjemput filmnya dan gagal tayang sama seperti film-film lainnya hahaha.. Keren juga tuh jadi judul film! Sebelum Corona Menjemput! OK LANJUT! Setelah sukses besar dengan film pertamanya, di sekuel kali ini, nuansanya cukup berbeda tapi tetep ada benang merahnya dengan yang pertama.
Kembali disutradarai oleh Timo Tjahjanto, beliau mengemas film ini sedemikian rupa sehingga membuat para penontonnya kayak gak dikasi nafas sewaktu menyaksikannya, termasuk saya guys! Bahkan, ini film lebih gila lagi dari film pertamanya! Kok bisa? Berikut saya beberkan sinopsis berbau spoiler Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Buat yang belum nonton yang pertama, yaoloh lu kemane aje Siti.. Malih.. nih saya kasih linknya dibawah .
Dua tahun berlalu sejak kejadian tragis dan tak terlupakan yang dialami oleh Alfie (Chelsea Islan) dan keluarganya, ia dan adik tirinya Nara (Hadijah Shahab) berusaha untuk kembali menjalani kehidupan mereka secara normal. Tapi nampaknya kejadian itu masih sangat membekas di ingatan mereka, khususnya Alfie. Bagaimana tidak, hanya mereka berdua saja yang berhasil selamat dari serangan si iblis jahanam tersebut.
Sampai-sampai nih, mau masuk rumah saja pun Alfie masih harus sangat berhati-hati karena memang kehidupan keluarganya cukup disorot media juga. Sampai pada satu pagi, ada segerombolan orang bertopeng menerobos masuk kerumah Alfie dan kemudian menculik mereka berdua. Sempat terjadi perlawanan sih, akting nya Chelsea juga keyen bangetttt.
Nah, sebelum adegan ini, ada satu scene opening yang membuat saya sedikit bingung dan ngeri-negri sedap diawal. Dimana ada seorang cewek yang merasa sangat ketakutan dan di scene itu dia sedang ditemenin sama temen cewekya juga. Tapi guys, ketika ia bangun pagi temennya yang tadi ia temukan meregang nyawa dilangit-langit rumahnya dengan darah yang bercucuran. Baru awal aja udah sesek guys! Saya lompat ke Alfie dan Nara yang diculik nih. Mereka kemudian dibawah ke satu rumah bekas panti asuhan yang sudah cukup tua dan horor dan disinilah si Alfie diikat di sebuah ranjang tempat tidur. Sabar ya ayank Chelsea.. HAHA
Sewaktu Alfie sadar, barulah ia bisa melihat wajah-wajah komplotan yang menculik dia dan adiknya tadi pagi dengan jelas. Jeng jeng jeng.. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah manusia juga seperti kita guys (apasi). Mereka adalah Jenar (Shareefa Daanish), Leo (Arya Vasco), Gadis (Widika Sidmore), Budi (Baskara Mahendra), Martha (Karina Salim) dan Kristi (Lutesha). Akhirnya mereka memberitahukan maksud dan tujuan kenapa mereka niat banget menculik Alfi. Karena mereka beranggapan bahwa Alfi memiliki suatu kekuatan yang dapat membebaskan mereka dari kutukan yang sedang mereka alami.
Alhasil, setelah dibujuk rayu oleh mereka, Alfie pun setuju untuk mengikuti perintah mereka dan ternyata oh ternyata iblis yang sedang mereka lawan adalah iblis yang sama sewaktu Alfie berhasil selamat dua tahun yang lalu, dimana ayah Alfie, Lesmana (Ray Sahetapy) juga pernah bersekutu dengan iblis tersebut. Singkat cerita mereka pun mengadakan ritual disebuah ruang bawah tanah, tempat dimana pemilik panti asuhan, Ayub (Hari Chodox), yang mereka anggap sebagai ayah, melakukan ritual-ritual yang cukup menyeramkan. Tetapi apa yang terjadi? Merekapun terjebak di ruang bawah tanah tersebut dan satu persatu dari mereka kemudian mati terbunuh oleh serangan iblis yang bernama Molokh.
Gambar ilustrasi Molokh (Moloch) by WikiZero
Molokh ini bukan sembarang nama ya guys. Kalau kalian ingat film The Nun ada juga sosok Valak yang memiliki sejarahnya sendiri. Begitu juga dengan Molokh, jadi ini sebenernya patung logam raksasa berbentuk manusia yang disembah tahun 300 SM dan dipercaya dapat menjamin kesejahteraan dalam satu keluarga TAPI dibutuhkan persembahan anak pertama dari sebuah keluarga tersebut dan dibakar di lengan patung Molokh itu guys. Ngeri banget gak sih? Kalau kamu orang Kristiani, coba deh kalian baca Alkitab, disitu ada tercatat tentang sosok ini. Saya mah cukup percaya Tuhan Yang Maha Esa saja.
Kira-kira bagaimana akhir dari Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 ini? Makanya buruan nonton gih, sekarang banyak kok website yang memberikan akses nonton gratis apalagi film Indo hehe (tau kan maksud saya). Saya pribadi sangat puas dengan film ini, mulai dari alur cerita, akting para pemerannya sampai efek gambar dan suara, semuanya jadi satu kesatuan yang luar biasa dan berhasil bikin saya 'standing ovation' dalam hati! Sangkin kerennya film ini. Cocok banget deh buat kamu yang suka nonton film horor apalagi pas lagi dikarantina begini, ya nggak? Anyway JANGAN NONTON Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, kalau lagi sendirian atau gak kuat ya guys. Sekedar nyaranin aja hehe.. Resiko ditanggung sendiri, saya mah cuma nulis artikel, haha..
Sekian dulu ya Movie Freaks sekalian, kayaknya ini artikel gua yang paling panjang deh hehe. Semoga gak bosen ya semuanya. Thank you so much! I'll see you soon on the next post!
Halo halo halo Movie Freaks! OMG! Udah lama banget nih saya gak posting di blog saya yang mungil ini, haha. Seperti yang kita ketahui bersama, situasi kita saat ini cukup mengkhawatirkan diakibatkan oleh virus yang melanda beberapa negara dibelahan dunia termasuk juga negara kita, Indonesia. Oleh karena itu, hari ini saya akan mengupas tuntas film yang sangat berkaitan dengan keadaan yang kita alami sekarang ini. Yes, kalian benar! Ini tentang CORONA atau yang lebih akrab kita sebut dengan COVID-19. Film Corona (2020) ini memang bener-bener ada dan terinspirasi dari kisah nyata yang kita alami saat ini loh.
Ide film ini berawal pada saat seorang sutradara asal Kanada kenamaan Mostafa Keshvari lagi berada didalam sebuah lift dan doi sedang membaca berita tentang turis-turis Cina yang sedang diserang. Doi berfikir adalah ide yang bagus untuk membuat sebuah film yang setting nya ada didalam sebuah lift. Jadilah Keshvari memproduksi film tentang wabah Corona dimana para aktor dan aktrisnya akan beradu akting didalam sebuah lift. Semoga kalian gak bingung ya dengan penjelasan saya, hahaha!
Source: Grandmuse Picture
SINOPSIS: Corona (2020) mengisahkan tentang enam orang bertetangga yang berasal dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda, dimana mereka semua terjebak didalam sebuah lift yang tiba-tiba saja macet dan terhenti dikarenakan salah seorang wanita (diperankan Traei Tsai) mendadak batuk-batuk yang membuat mereka yang ada didalam lift ini jadi auto panik! Apalagi pada saat itu wabah Corona sedang menyebar di gedung tersebut.
Yang bikin makin parah nih guys, lampu yang ada didalam lift tiba-tiba saja mati dan lampu darurat berwarna merah pun kemudian menyala. Ibarat kata, udah jatuh, tertimpa tangga, diinjek orang terus.... ah kalian jawab sendiri lah.. Saya pribadi juga pasti langsung panik dan pengen cepet-cepet keluar dari lift tersebut. Saya masih bingung kenapa orang batuk bisa bikin lift berhenti ya? Coba deh cek trailer Corona dibawah ini.
Singkat cerita, ternyata wanita yang batuk-batuk tersebut kebetulan berasal dari Tiongkok, China yang bikin orang-orang didalam lift tersebut mulai menghakimi dan menuduh doi adalah seorang carrier atau pembawa dan pengidap virus Corona. Ya kalian tau sendiri, virus ini memang berasal dari negara tersebut. Akhirnya, salah seorang pria Nazi kulit putih bertato (Richard Lett) yang ada dikursi roda tiba-tiba saja mengeluarkan pistolnya dan menodongkan pistol tersebut ke arah wanita itu. Belum lagi ada juga seorang wanita lain yang sedang hamil gede (Andrea Stefancikova) ada didalam lift tersebut.
Berbagai karakter didalam film ini justru bisa membuat kita naik darah guys, pasalnya ada juga nih seorang wanita milenial ala-ala zaman sekarang (Zarina Sterling) bukan malah menenangkan suasana malah bikin semua orang tambah panik. And, guess what! Pemilik gedung (Josh Blacker) tersebut juga terjebak bersama-sama dengan mereka, doi adalah suami dari wanita hamil yang tadi guys. Nah lo! Plus, ada seorang pria lain (Andy Canete) yang sedang kebingungan karena sedang terlilit hutang. Astaga, ini film kok gini banget ya!
Menurut kalian bakal gimana nih akhir dari film ini? Kabarnya, Keshvari sudah selesai menggarap film Corona ini tanggal 8 Maret lalu di Vancouver, USA. Hanya saja film ini sepertinya juga tertunda penayangannya akibat virus itu sendiri. Dan, doi ini sama sekali gak nyangka kalau virus ini bakal menjadi pandemik global seperti sekarang ini! Lebih daripada itu, Keshvari sebenarnya ingin menyampaikan pesan moral bagi kita semua bahwasanya ini bukanlah waktu kita menyalahkan salah satu ras melainkan harus saling bahu-membahu memerangi virus ini. Karena virus ini kan bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.
"Fear is a virus." - Corona (2020)
Film ini juga mengangkat tema yang cukup rasisme. Doi bilang film ini bercerita tentang perjuangan dan pengorbanan untuk menyelamatkan orang yang kita kasihi didalam hidup kita. Saya sih berharap semoga virus ini segera enyah dari kehidupan kita meskipun kita tidak bisa pungkiri, ada juga hal-hal positif yang terjadi ketika virus ini mulai menyebar ke negara-negara besar termasuk Indonesia. Well, kita tunggu saja tanggal mainnya ya Movie Freaks! See you on the next post!
Salah satu novel karya beliau ini akan diangkat ke film layar lebar dengan judul Pet Sematary! Film dengan genre Horror/Thriller ini dikabarkan sudah rilis di bulan April 2019. Penasaran kan? Yuk kita kupas filmya!
Source: IMDb
SINOPSIS: Seperti saya utarakan sebelumnya, Pet Sematary (2019) merupakan sebuah film yang diangkat dari novel kenamaan Stephen King dengan judul yang sama pada tahun 1983.
Menceritakan seorang dokter pria yang bernama Louis Creed (diperankan oleh Jason Clarke), yang berpindah dari Boston ke daerah terpencil Maine bersama dengan istrinya Rachel (Amy Simetz), beserta dua anak mereka, Gage (Lucas & Hugo Lavoie) dan Ellie (Jete Laurence). Rumah yang mereka tempati merupakan rumah pedesaan yang cukup dekat dengan pemakaman hewan peliharaan yang tumpuannya adalah tanah dari sebuah pemakaman kuno yang tersembunyi dan sangat misterius.
Sejak mereka pindah ke rumah tersebut banyak kejadian aneh dan mengerikan terjadi secara tidak terduga. Salah satunya adalah kucing mereka yang ditabrak mati oleh sebuah truk yang melintas dengan sangat cepat, Louis kemudian menguburnya di pemakaman hewan peliharaan misterius tersebut disusul dengan kematian anak laki-lakinya yang tewas dalam kecelakaan mobil, dia juga membawa tubuh anaknya ke tempat penguburan yang sama.
Akhirnya mereka mencari bantuan pada tetangga baru mereka yang bernama Jud Crandall (diperankan John Lithgow). Sementara si Jud ini diketahui memiliki perilaku yang aneh guys walaupun di awal dia seperti orang yang sangat menolong keluarga ini. Tapi apakah dia bener-bener baik guys? Apakah dia akan menjadi penolong keluarga ini untuk mengatasi semuanya?
"Sometimes dead is better." - Jud Crandall
Nah, dan juga kira-kira gimana yah akhir dari film ini? Penasaran? Tonton dulu trailer diatas yah. See you on the next post guys!
Happy Monday Movie Freaks! Hari ini saya punya kabar gembira nih buat kalian para fans film Marvel! Saya akan membahas tentang salah satu film dari Marvel yang sudah tayang beberapa waktu lalu! Can anyone guess?
Yup! Venom (2018)! Film ini sudah masuk ke bioskop kesayangan kita tanggal 3 Oktober 2018 lalu. Seperti yang kita ketahui bahwa Venom adalah film yang diambil dari komik Marvel yang sangat terkenal. Karakter Venom ini pun sangat jauh berbeda dari apa yang kita tahu dan tonton di film Spiderman sebelumnya.
Diceritakan di film Spiderman bahwa Venom adalah Symbiote yang hinggap dan berdiam di tubuh Peter Parker dan akhirnya berpindah lagi ke tubuh seorang pria bernama Eddie Brock yang sedang melakukan upaya bunuh diri didalam sebuh gereja sedangkan film produksi Sony Pictures ini menceritakan bahwa Venom masuk ke tubuh Eddie dikarenakan oleh sebuah eksperimen! Tuh kan kok bisa beda ya? Jadi gak sinkron aja gitu guys..
SINOPSIS: Venom ini juga adalah salah satu satu karakter Marvel yang terhebat tetapi menjadi sangat kompleks ketika Eddie Brock (diperankan oleh Tom Hardy) menjadi tempat bagi alien symbiote Venom. Eddie yang merupakan seorang reporter, mencoba untuk menjatuhkan Dr. Carlton Drake (Riz Ahmed) seorang pendiri Life Foundation yang terkenal buruk, dan karena obsesinya yang terlalu ambisius tersebut ia pun rela menghancurkan karir serta hubungannya dengan sang kekasih bernama, Anne Weying (Michelle Williams).
Sebagai seorang reporter, Eddie sempat menyelidiki salah satu eksperimen yang dilakukan oleh Drake, alhasil Venom pun menyatu dengan tubuh Eddie, dan secara tiba-tiba ia memiliki kekuatan super baru yang luar biasa, serta memiliki kesempatan untuk melakukan apa pun yang diinginkannya. Sifat dasar Venom yang cukup gelap dan tidak dapat diprediksi serta didorong oleh amarah membuat Eddie harus bergumul dan berjuang untuk mengendalikan kemampuan berbahayanya itu.
Hingga pada akhirnya mereka menjadi lebih terikat satu sama lain karena Eddie dan Venom saling membutuhkan untuk mendapatkan apa yang mereka cari. Nah, kira-kira akhirnya akan seperti apa ya guys? Film ini juga banyak menyisipkan unsur komedi didalamnya jadi biar kalian gak bosen nontonnya. Sedikit spoiler buat kalian nih, bakalan ada 2 scenes setelah credit film nya selesai guys! Jadi tahan nafsunya buat pulang dulu ya haha!
Pemeran:
Film ini disutradarai oleh Ruben Fleischer dan diperankan oleh aktor dan aktris kenamaan seperti:
Tom Hardy sebagai Eddie Brooks/Venom
Michelle Williams sebagai Anne Weying
Riz Ahmed sebagai Dr. Carlton Drake
Scott Haze sebagai Roland Treece
Reid Scott sebagai Dr. Dan Lewis
Venom (2018) ini diharapkan dapat melepas kerinduan para penggemar film Marvel setelah film Avengers: Infinity War yang tayang beberapa waktu lalu.
"We all have our own problems, our own issues, our own demons." - Venom (2018)
So Movie Freaks, jangan sampai ketinggalan buat nonton film Marvel yang satu ini ya! Have a nice day everyone! See you on the next post!
Salam horor Movie Freaks! Hope you guys are doing well! Hari ini saya akan membahas film horor sempat ditunggu-tunggu di tahun 2018! Yap! Apalagi kalau bukan The Nun (2018)! Sebelumnya saya sudah pernah bahas film ini tapi gak terlalu detail jadi di kesempatan ini saya akan mengupasnya lebih dalam lagi.
Kalian yang sudah pernah nonton The Conjuring 2, pasti tau lah sosok Valak yang fenomenal ini. Sosok ini bahkan banyak dijadikan meme kocak di berbagai sosial media dan berhasil bikin saya ngakak abis! Pasti kalian juga kan? Sebelum saya bahas lebih lanjut, kalian mungkin penasaran, sebenarnya asal kata Valak itu darimana sih? Apa sih Valak itu? Apa hanya sekedar nama settingan di film saja?
Well, sebenarnya, Valak yang memiliki nama lain Volac atau Valu ini adalah nama dari seorang iblis sungguhan guys! Berdasarkan buku The Lesser Key of Salomon, ternyata sosok Valak adalah The President of Hell yang artinya presiden/pemimpin di neraka, hanya saja Valak ini mengambil wujud seorang biarawati. Buset!
SINOPSIS: The Nun (2018) yang disutradarai oleh Corin Hardy ini akan menjawab asal usul dari Valak itu sendiri. The Nun bercerita tentang seorang novisiat muda bernama Irene (diperankan oleh Taissa Farmiga) dan seorang pendeta Romawi bernama Burke (Demián Bichir) yang diutus oleh petinggi Vatikan untuk menyelidiki kematian seorang biarawati muda yang meninggal secara misterius dan diangggap tidak wajar. Petualangan mereka pun dimulai untuk mengungkap kebenaran tentang kematian sang biarawati muda tersebut.
Banyak hal-hal mistis yang tidak terduga akhirnya berhasil mereka temukan dan disinilah iman dan hidup mereka diuji bahkan dipertaruhkan. Disamping itu, Father Burke yang selalu dihantui masa lalunya tentang seorang anak kecil yang meninggal setelah ia melakukan pelepasan iblis atau exorcism, menjadikan film ini semakin memiliki banyak teka-teki dan pastinya akan membuat kita tambah penasaran guys!
Yang lebih menariknya lagi adalah, The Nun merupakan benang merah antara The Conjuring 2 dan Annabelle: The Creation, dimana sosok valak ini diperkenalkan! Wah, makin penasaran kan guys! Film ini sempat diperkirakan akan jauh lebih seram daripada The Conjuring 2 dan juga Annabelle: The Creation!
"I saw a nun." - Sister Irene
REVIEW: Tapi nyatanya, The Nun, setelah perilisannya, menurut informasi yang beredar banyak yang kecewa tuh? Coba tonton dulu deh guys.. Menurut kalian gimana nih? Apakah kalian salah satu penonton yang kecewa juga? Menurut saya pribadi nih, sebenarnya gak seburuk itu guys! Hanya saja, beberapa part dari film ini seharusnya bisa dibuat lebih menegangkan dengan ending yang makyus! But overall, this movie is great! That's all for today, Freaks! See you next time!
Hi, Movie Freaks! Kembali lagi di OMZENGA Movie Updates! Hari ini, saya akan membahas tentang film yang pernah tayang di bioskop dan sempat viral nih, Freaks! It's called Searching (2018).
Disutradarai oleh Aneesh Chaganty, film drama/thriller yang sudah tayang sejak 24 Agustus 2018 lalu ini terbilang sangat berbeda dari kebanyakan film lainnya. Dimana kebanyakan film biasanya akan memamerkan pengambilan angle kamera yang sangat tertata dengan baik dan rapi.
Searching (2018) menawarkan sesuatu yang sangat menarik dan berbeda yang tidak dimiliki oleh kebanyakan film saat ini, yaitu sebagai film yang mengusung tema found footage movie.
Jadi, kalau ada yang belum tau apa maksudnya, Found Footage Movie ini adalah seperti dokumentasi jejak digital yang secara sengaja direkam dan dijadikan sebuah film. Trus apa sih yang membuat film ini jadi menarik? Mari kita kupas yuk!
SINOPSIS: Searching (2018) menceritakan tentang perjuangan seorang ayah untuk mencari putrinya yang hilang secara misterius, David Kim yang juga seorang duda (diperankan John Cho) kehilangan anak perempuannya bernama Margot Kim (Michelle La) yang berusia 16 tahun.
Mengetahui putrinya hilang, David langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib kemudian seorang detektif bernama Rosemary Vick (Debra Messing) ditugaskan untuk melakukan investigasi akan tetapi selama 37 jam pencarian, tidak ada ditemukan satu pun petunjuk dan pencarian tidak membuahkan hasil sama sekali!
David akhirnya memutuskan untuk mencari petunjuk melalui laptop putrinya, darisana lah ia menemukan jejak digital dari Margot beberapa waktu sebelum ia dinyatakan hilang di pagi hari. David juga sering berinteraksi dengan putrinya melalui media sosial Face Time dan media chatting lainnya. Ia kemudian memeriksa setiap data media sosial Margot seperti live streaming, riwayat pencarian browser dan juga transaksi yang ada di rekening putri kesayangannya itu.
Hal-hal mencurigakan terus bermunculan di benak David. Ia mencium adanya keganjilan setelah melihat semua data media sosial Margot! David berusaha menghubungi teman-teman Margot tapi semuanya terlihat seperti sia-sia saja! Ditambah lagi, David menemukan sesuatu yang sempat membuat ia kecewa dengan putrinya. Apakah gerangan? Apakah David dapat memecahkan misteri hilangnya Margot? Akankah Margot dapat kembali dengan selamat atau sebaliknya?
Rating:
Film ini cukup menarik perhatian dikarenakan rating yang diberikan oleh IMDb cukup tinggi pula yaitu 7.7/10. Begitu juga dari beberapa review website ternama, salah satunya seperti Rotten Tomatoes memberikan rating 91% untuk film ini.
"I know my daughter." - David Kim
Nah, makin penasaran kan Movie Freaks? So do I! Yuk lihat trailernya dulu biar gak penasaran banget. Let me know what you think guys! See you on the next post!
Happy Monday, Freaks! Monday is gonna be a loooooong day BUT semoga postingan kali ini bisa menghibur kalian semua ya. Kalian pasti tau kan aktor kawakan lucu yang satu ini, Rowan Atkinson!
Yap, aktor komedi yang kita kenal dengan sebutan Mr. Bean ini akan siap mengocok perut kalian dengan tingkah lucu dan konyolnya dalam film Johnny English Strikes Again (2018) setelah sebelumnya pernah membintangi Johnny English (2003) dan Johnny English Reborn (2011).
SINOPSIS: Disutradarai oleh David Kerr, film Johnny English Strikes Again mengisahkan tentang seorang agen mata-mata Johnny English (Rowan Atkinson) yang ditengah-tengah masa pensiunnya harus dipanggil kembali untuk menyelesaikan suatu misi penting dimana terjadi sebuah serangan cyber tak terduga yang membuat semua data tentang agen mata-mata (spy) yang bekerja untuk Inggris menjadi terbongkar!
Nah, yang menariknya, hanya si Johnny inilah satu-satunya agen yang data-datanya tidak terungkap guys! Disinilah, Johnny ditugaskan untuk mencari biang kerok atau hacker yang berhasil meretas dan membobol data para agen mata-mata Inggris tersebut.
Dengan segala keterbatasannya akan teknologi, bersama dengan Bough (diperankan oleh Ben Miller), Johnny yang terbilang gaptek ini harus berupaya menghadapi tantangan yang cukup berat dan berbahaya, ditambah dengan umurnya yang terbilang tidak muda lagi.
Pemeran:
Dari jalan cerita ini aja kalian pasti sudah bisa menebak bakalan banyak sekali kejadian-kejadian lucu di dalam film ini. Bersama dengan para aktor dan aktris kenamaan lainnya seperti:
Olga Kurylenko sebagai Ophelia
Jake Lacy sebagai Jason
Emma Thompson sebagai Prime Minister
Ben Miller sebagai Bough
Miranda Hennessy sebagai Tara
Film bergenre aksi komedi ini dirilis ditahun 2018 silam di bioskop Indonesia tapi sebelum nonton filmnya gak ada salahnya kan kalo kita lihat trailernya dulu diatas untuk mengobati rasa kangen kalian dengan Mr. Bean!
"Let's kick some bottom!" - Johnny English
For all of you guys, yang masa kecilnya dihiasi oleh film-filmnya si Rowan Atkinson yang kocak ini, film ini wajib buat kalian tonton bersama teman-teman dan keluarga. That's all from me and Happy Monday Movie Freaks!
Hi Movie Freaks! Back again with Rex. Udah pada nonton film Mile 22 (2018) belum? Dari judulnya pasti kalian berfikir, ah paling film action biasa! Yes, you're right! Tapi satu hal yang bikin film action ini luar biasa adalah karena salah satu aktornya berasal dari negara kita sendiri, Indonesia!
Pernah nonton film Merantau (2009) atau The Raid (2011 dan 2014)? Yap, aktor silat laga Iko Uwais akan beradu akting dengan aktor Hollywood kenamaan Mark Wahlberg! Wah, lagi-lagi nih suatu kebanggaan buat kita orang Indonesia akan aktor laga Indonesia yang berhasil go international. Langsung aja kita kupas film ini!
Source: IMDb
Mile 22 (2018) yang sudah tayang di bulan Agustus lalu ini disutradari oleh Peter Berg yang kita tahu sangat terkenal akan film-film actionnya seperti Deepwater Horizon (2016) dan juga Patriots Day (2016). Kali ini, Peter kembali menggandeng Mark Wahlberg yang sudah keempat kalinya bekerjasama dengannya dan tentunya Iko Uwais, wajah asia, untuk membintangi film Mile 22 ini.
SINOPSIS: Mile 22 mengisahkan tentang seorang polisi Indonesia yang cukup misterius bernama Li Noor (diperankan Iko Uwais) yang menjadi incaran para mafia berbahaya dikarenakan Li Noor merupakan saksi kunci atas informasi yang sangat penting dan sensitif. Noor pun meminta bantuan dan menawarkan kerjasama kepada badan pasukan intelijen USA agar bisa terbebas dari percobaan pembunuhan yang dilakukan para mafia tersebut. Hm..
James Silva (Mark Wahlberg), seorang anggota CIA, ditugaskan mengawal dan melindungi Noor untuk membantu dan mengeluarkannya dari pusat kota hidup-hidup dengan bantuan unit komando taktis rahasia. Nah, petualangan action ini pun dimulai dan semakin memanas ketika disepanjang perjalanan, mereka ini menghadapi banyak sekali rintangan ketika membawa Noor ke pesawat yang sudah disiapkan untuk memberangkatkannya dari suatu landasan rahasia.
Mulai dari para gembong penjahat bersenjata lengkap sampai-sampai ada juga para polisi gadungan, menggunakan segala macam cara untuk mencoba menghadang mereka selama perjalanan agar Noor tidak bisa sampai ke landasan pesawat yang berjarak 22 mil jauhnya. Maka dari itu, film ini dinamai dengan Mile 22!
Wah, sepertinya seru banget nih guys! Buat kalian yang belum nonton buruan deh! Aksi laga yang sangat kental, cocok banget buat kalian yang suka seni bela diri!
"If you're a chaos, I think I might be worse." - Mile 22
Semoga film ini bisa menginspirasai kalian semua ya! That's all Movie Freaks. See you next time!